Bandug – 111 Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) tahun 2025 tengah mengikuti pendidikan intensif yang dirancang untuk mencetak pemimpin strategis masa depan TNI.
Salah satu fokus utama dalam kurikulum pendidikan tahun ini adalah pembekalan materi geopolitik dan operasi gabungan, dua pilar penting dalam konteks pertahanan modern.
Komandan Sesko TNI menekankan bahwa pemahaman yang kuat terhadap geopolitik akan menjadi kunci dalam menyusun strategi pertahanan nasional yang adaptif.
Geopolitik bukan hanya bicara tentang peta dan batas wilayah, melainkan bagaimana kekuatan politik, ekonomi, dan militer berinteraksi dalam memengaruhi kebijakan suatu negara.
Tidak hanya teori, para Pasis juga terlibat dalam simulasi dan diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk menganalisis kasus-kasus geopolitik nyata.
Sementara itu, materi operasi gabungan merupakan fondasi dalam membentuk interoperabilitas antarmatra: TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.
Baca Juga : Rerouting Trayek Angkot di Bandung
Operasi gabungan merupakan konsep modern peperangan yang menekankan sinergi kekuatan darat, laut, dan udara secara terpadu.
C4ISR menjadi elemen penting dalam mendukung efektivitas dan efisiensi operasi militer modern, baik untuk pertahanan nasional maupun operasi multinasional.
Materi ini juga melibatkan pengajar tamu dari Mabes TNI, akademisi pertahanan, hingga pakar geopolitik dari dalam dan luar negeri.
Pasis Sesko TNI tahun 2025 terdiri dari perwira menengah berpangkat Letkol dan Kolonel dari ketiga matra TNI, serta perwira dari negara sahabat.
Kehadiran perwira asing menjadi bagian dari diplomasi pertahanan serta memperluas wawasan para peserta terhadap operasi gabungan multinasional.
Salah satu agenda penting dalam pendidikan ini adalah Strategic War Game, yaitu simulasi peperangan strategis berbasis skenario aktual.
Mereka harus berpikir cepat, akurat, dan tetap dalam koridor hukum humaniter serta aturan internasional yang berlaku.
Tidak hanya ancaman militer konvensional, Pasis juga dibekali dengan pengetahuan ini
Materi keamanan siber menjadi salah satu fokus karena dunia militer kini tidak bisa lepas dari ancaman digital dan serangan dunia maya.






