Bandung – Harga Sembako bahan pokok di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur kembali mengalami pergerakan. Berdasarkan pantauan terbaru pada 26 Oktober 2025, beberapa komoditas menunjukkan kenaikan harga yang cukup mencolok, terutama cabai rawit merah yang kini menjadi perhatian utama para ibu rumah tangga dan pedagang pasar.
Cabai Naik, Pedasnya Bukan di Lidah Saja
Kenaikan harga paling tajam terjadi pada cabai rawit merah, yang kini mencapai Rp 75.000 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp 58.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah besar juga ikut naik menjadi Rp 68.000 per kilogram, naik sekitar Rp 10.000 dibanding pekan lalu.

Baca Juga : Tragedi Dinamit Bandung 1893 dan Upaya Pembunuhan Bupati Baru
Menurut para pedagang, lonjakan harga ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari sentra pertanian di wilayah Kediri, Blitar, dan Banyuwangi akibat curah hujan tinggi beberapa minggu terakhir. Kondisi lahan basah membuat banyak tanaman cabai busuk sebelum panen.
Stok cabai dari petani menurun drastis, jadi harga di pasar otomatis naik. Kami juga kesulitan menahan harga karena pasokan terbatas,” ujar Siti Aminah, pedagang bumbu dapur di Pasar Besar Malang.
Harga Beras Masih Tinggi, Minyak Goreng Stabil
Selain cabai, beras medium dan premium juga masih bertahan di harga tinggi.
-
Beras medium dijual di kisaran Rp 13.200–13.800/kg.
-
Beras premium mencapai Rp 15.500/kg, terutama di wilayah Surabaya dan Gresik.
Sementara itu, minyak goreng curah dan kemasan sederhana relatif stabil di harga Rp 15.000–16.000 per liter.
Pedagang menyebut harga minyak masih tertahan karena distribusi dari produsen besar berjalan lancar.
“Untuk minyak dan gula masih aman. Tapi kalau beras dan cabai, itu yang bikin pusing,” kata Mulyadi, pedagang di Pasar Turi, Surabaya.
Telur dan Daging Ayam Mulai Bergerak Naik
Harga telur ayam ras juga mulai menunjukkan kenaikan tipis dari Rp 27.000 menjadi Rp 29.000/kg, sedangkan daging ayam potong naik menjadi Rp 39.000–41.000/kg.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh biaya pakan ternak yang ikut merangkak naik serta meningkatnya permintaan menjelang akhir bulan.
Sementara itu, daging sapi segar masih stabil di kisaran Rp 125.000/kg, dan ikan laut seperti tongkol dan kembung naik sedikit karena faktor cuaca yang membuat nelayan sulit melaut.
Harga Gula dan Tepung Relatif Aman
Berbeda dengan komoditas lain, harga gula pasir dan tepung terigu masih stabil di sebagian besar daerah Jawa Timur.
-
Gula pasir dijual di kisaran Rp 17.000/kg.
-
Tepung terigu di harga Rp 12.000–12.500/kg.
Ketersediaan stok di gudang Bulog serta pasokan dari pabrik gula lokal menjadi faktor utama kestabilan harga dua komoditas ini.
Rangkuman Harga Sembako Jawa Timur (26 Oktober 2025)
| Komoditas | Harga Sebelumnya | Harga Sekarang | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Cabai Rawit Merah | Rp 58.000/kg | Rp 75.000/kg | Naik tajam |
| Cabai Merah Besar | Rp 58.000/kg | Rp 68.000/kg | Naik |
| Beras Medium | Rp 13.200/kg | Rp 13.800/kg | Stabil–Naik |
| Beras Premium | Rp 15.000/kg | Rp 15.500/kg | Naik tipis |
| Telur Ayam Ras | Rp 27.000/kg | Rp 29.000/kg | Naik ringan |
| Daging Ayam Potong | Rp 38.000/kg | Rp 41.000/kg | Naik |
| Minyak Goreng Curah | Rp 15.500/liter | Rp 15.500/liter | Stabil |
| Gula Pasir | Rp 17.000/kg | Rp 17.000/kg | Stabil |
| Tepung Terigu | Rp 12.000/kg | Rp 12.500/kg | Stabil |
| Daging Sapi Segar | Rp 125.000/kg | Rp 125.000/kg | Stabil |
Warga Diminta Bijak Belanja dan Pantau Harga
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyatakan pihaknya terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional.
Operasi pasar juga sedang disiapkan untuk menekan kenaikan harga cabai dan beras yang berpotensi memicu inflasi daerah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog dan distributor agar pasokan tetap stabil. Bila perlu, kami lakukan intervensi harga melalui operasi pasar,” ujar Kepala Disperindag Jatim, dalam keterangannya di Surabaya.
Penutup: Saatnya Bijak Mengelola Dapur
Kenaikan harga sembako memang tak bisa dihindari, terutama menjelang perubahan musim dan kondisi cuaca ekstrem. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak panik, tetap berbelanja sesuai kebutuhan, dan memanfaatkan bahan alternatif bila memungkinkan.
Dengan pengawasan harga yang ketat dan kerja sama antara pemerintah dan pelaku pasar, diharapkan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur bisa segera kembali stabil dalam waktu dekat.
