Bandung – Alasan Prabowo Subianto memberikan pidato secara tertutup dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI 2025), yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat
Alasan Prabowo Lokasi pidato tertutup tersebut adalah Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB, yang menjadi pusat kegiatan utama KSTI 2025
Ia menegaskan: “Biar lebih bebas ya. Ini kan kita bicara ilmu. Kita bicara sains, teknologi.”
Prabowo menekankan pentingnya kemurnian ruang ilmiah agar ide-ide besar dan solusi nyata dapat lahir, bukan sekadar wacana belaka
Langkah tertutup ini bukan usaha menciptakan eksklusivitas, tetapi bertujuan membebaskan diskusi dari tekanan eksternal maupun bias opini publik
Liputan6 mencatat bahwa sebelum pidato, Prabowo membacakan daftar hadir secara terbuka, kemudian mempersilakan wartawan meninggalkan ruangan untuk melanjutkan diskusi secara privat
Prabowo bahkan dengan santai menyuruh wartawan untuk ke area lain dan menikmati kopi, menunjukkan bahwa ini bukan langkah anti-media, melainkan menjaga integritas pesan ilmiah
KSTI 2025 sendiri merupakan event strategis yang mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor strategis seperti energi, digitalisasi, pertahanan, dan pangan

Baca Juga : Lapas Sukamiskin Diusulkan Jadi Model Pemenuhan HAM Biologis Napi
Konvensi ini juga menghadirkan tokoh-tokoh internasional, termasuk peraih Nobel, untuk menambah bobot diskusi akademik dalam forum tersebut
Selain itu, format seperti ini memungkinkan presidensi untuk menyampaikan arahan strategis langsung kepada peserta secara lebih efektif tanpa gangguan eksternal
Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyatakan bahwa inovasi dan riset dalam sektor-sektor prioritas akan mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan nasional
Format tertutup memberi ruang bagi pemaparan ini berlangsung lebih lancar, penuh perhatian, dan tanpa gangguan dari pihak eksternal media atau publikasi langsung
Strategi ini juga mencerminkan minat pemerintah untuk menjadikan balai ilmiah sebagai katalis pembaruan kebijakan berbasis sains, bukan simbol politik
Prabowo berharap agar KSTI 2025 menjadi motor percepatan inovasi nasional—bukan sekadar ajang basa-basi, melainkan wadah lahirnya terobosan yang aplikatif
mencatat susunan peserta yang sangat beragam ini






