Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Rerouting Trayek Angkot di Bandung

Skintific

Bandung – Pemerintah Kota Bandung mulai menerapkan kebijakan rerouting trayek angkutan kota (angkot) sebagai bagian dari program reformasi transportasi publik. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keterpaduan sistem transportasi di wilayah perkotaan.

Rerouting merupakan penataan ulang jalur operasional angkot yang selama ini dianggap tumpang tindih, tidak efisien, dan membingungkan penumpang.

Skintific

Dinas Perhubungan Kota Bandung bekerja sama dengan Organda dan sejumlah operator angkot untuk mengimplementasikan program ini secara bertahap.

Pada tahap awal, setidaknya ada 10 trayek angkot yang akan mengalami perubahan rute signifikan.

Perubahan ini tidak hanya menyangkut arah perjalanan, tetapi juga titik naik-turun penumpang serta waktu operasional.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mengurangi kemacetan dan memberikan layanan transportasi yang lebih tertib dan terjadwal.

Banyak trayek angkot saat ini beroperasi secara overlapping, menyebabkan persaingan tidak sehat antar-sopir dan membingungkan pengguna.

Kepala Dinas Perhubungan Bandung, Asep Suherman, menjelaskan bahwa rerouting akan mengarah pada konsep “feeder–trunk system”.

Dalam sistem ini, angkot akan berfungsi sebagai pengumpan (feeder) ke jalur utama (trunk), seperti BRT dan bus kota.

Kebijakan ini juga didukung oleh hadirnya sistem angkutan umum massal seperti Trans Metro Bandung (TMB) dan LRT Bandung Raya yang akan segera diuji coba.

“Rerouting ini bukan sekadar memindahkan jalur, tapi merombak pola pergerakan transportasi agar lebih efektif dan terintegrasi,” ujar Asep.

Rerouting Trayek
Rerouting Trayek

Baca Juga : langit cerah dan hanya sedikit awan di cakrawala

Pemerintah berupaya agar tidak ada pihak yang dirugikan, baik dari sisi operator, pengemudi, maupun penumpang.

Sosialisasi telah dilakukan kepada komunitas sopir angkot, pengguna jalan, dan masyarakat umum sejak beberapa bulan terakhir.

Salah satu perubahan signifikan adalah penghapusan trayek angkot yang dulunya masuk ke pusat kota dan dialihkan ke kawasan terminal pengumpan.

Perubahan ini menuntut penyesuaian besar dari para pengemudi angkot yang selama ini terbiasa dengan jalur lama.

Pemkot Bandung telah menyiapkan skema insentif dan pelatihan ulang untuk membantu sopir angkot beradaptasi.

Skintific