Bandung – Bupati Bandung Dadang Supriatna, turun langsung menangani insiden perusakan tanaman teh di wilayah Pangalengan, yang terjadi pada minggu lalu.
Peristiwa ini menyita perhatian publik karena melibatkan kerusakan pada salah satu komoditas utama yang menjadi kebanggaan ekonomi masyarakat Bandung Selatan tersebut.
Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa pihaknya akan menuntaskan masalah ini secara tuntas dan memastikan peristiwa serupa tidak terulang lagi di masa depan.
Kronologi Perusakan Tanaman Teh di Pangalengan
Insiden perusakan tanaman teh ini pertama kali diketahui pada tanggal 24 November 2025, ketika petani teh setempat melaporkan adanya kerusakan yang meluas di beberapa area kebun teh yang ada di sekitar Desa Pangalengan.
kejadian ini ke Polsek Pangalengan dan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.
Dalam laporan yang diterima, beberapa petani menyatakan bahwa mereka menemukan kebun teh mereka dalam kondisi rusak saat akan memanen hasil pertanian mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/perusakan-kebun-teh-pangalengan.jpg)
baca Juga : DPRD Bandung Dorong Koperasi Merah Putih Berdayakan Muatan Lokal
Setelah menerima laporan tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna segera memerintahkan tim dari Dinas Pertanian dan Perkebunan, bersama dengan pihak Polres Bandung, untuk turun ke lokasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami akan menangani masalah ini dengan serius. Tanaman teh adalah salah satu komoditas penting yang menjadi sumber penghidupan banyak warga Pangalengan. Kami tidak akan mentolerir tindakan yang merugikan petani dan ekonomi lokal,” ujar Bupati Dadang Supriatna dengan tegas.
Respons Pemerintah Kabupaten Bandung
Pemerintah Kabupaten Bandung juga berjanji untuk memberikan bantuan langsung kepada petani yang menjadi korban. Dalam beberapa hari setelah kejadian, Bupati Dadang memastikan bahwa petani teh yang mengalami kerugian akibat perusakan tersebut akan mendapatkan bantuan kompensasi dan penyuluhan agar mereka bisa kembali melanjutkan usaha mereka.
“Kerusakan tanaman teh ini bukan hanya merugikan petani, tetapi juga berdampak pada ekonomi daerah, karena Pangalengan adalah salah satu daerah penghasil teh terbaik di Jawa Barat. Oleh karena itu, kami akan memberikan bantuan berupa bibit teh yang baru, serta program pelatihan untuk meningkatkan ketahanan kebun teh di masa depan,” ujar Bupati Bandung.
“Kami akan bekerja sama dengan pihak keamanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kebun-kebun teh, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan,” tambah Bupati Dadang.
Masalah yang Lebih Dalam: Penyebab Perusakan
Perusakan tanaman teh di Pangalengan memang menyisakan banyak pertanyaan
Sejumlah petani di Pangalengan mengungkapkan bahwa mereka menduga perusakan tersebut berkaitan dengan masalah sengketa lahan yang masih berlangsung di beberapa daerah.
Namun, hingga kini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari tahu lebih dalam mengenai siapa yang bertanggung jawab atas perusakan tersebut. Polisi setempat telah mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi dari para petani, serta mengamankan beberapa rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat Pangalengan
Oleh karena itu, kerusakan yang terjadi pada tanaman teh bukan hanya berdampak pada petani individu, tetapi juga dapat mempengaruhi perekonomian lokal secara keseluruhan.
Menurut Ketua Gabungan Perkebunan Teh Pangalengan, Heri Nugraha, perusakan tanaman teh ini telah menyebabkan kerugian yang sangat besar. “Setiap hektar kebun teh bisa menghasilkan ratusan kilogram daun teh setiap bulan, dan kami sudah memasuki musim panen. Kerusakan ini tentu saja berdampak pada pendapatan petani dan juga mengganggu rantai pasokan teh yang ada di pasar,” ungkap Heri.
Selain itu, perusakan ini juga menimbulkan kecemasan sosial di kalangan petani yang merasa tidak aman dengan kondisi kebun mereka. Beberapa di antaranya bahkan merasa terancam untuk melanjutkan usaha pertanian mereka karena kekhawatiran akan adanya ancaman lebih lanjut terhadap kebun teh mereka.
Langkah Ke Depan: Memperkuat Keamanan dan Pemulihan Ekonomi
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memastikan bahwa Pemkab Bandung tidak akan tinggal diam dengan masalah ini. Pemulihan dan perlindungan terhadap sektor pertanian, khususnya teh, akan menjadi prioritas utama.
-
Meningkatkan Keamanan: Pemerintah Kabupaten Bandung berencana untuk memperketat pengawasan di kawasan perkebunan teh dengan melibatkan aparat keamanan, serta menyediakan fasilitas keamanan tambahan bagi petani yang memiliki kebun teh rawan perusakan.
-
Dialog Sosial: Pemkab Bandung juga akan memfasilitasi dialog antara petani, pengusaha perkebunan teh, dan pihak terkait lainnya untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan yang ada, serta mencari solusi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian teh di Pangalengan.
-
Mempromosikan Teh Pangalengan: Pemkab Bandung berencana untuk meningkatkan promosi dan pemasaran teh Pangalengan ke pasar domestik dan internasional, untuk mendukung pemulihan ekonomi daerah setelah insiden perusakan tersebut.
Penutup
Perusakan tanaman teh di Pangalengan adalah peringatan bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan memperkuat sistem keamanan di kawasan pertanian. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menunjukkan komitmen tinggi dalam menangani masalah ini dan memastikan bahwa petani teh di Pangalengan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk bangkit kembali.






