Bandung – Dipicu Masalah Ekonomi 7 September 2025 – Sebuah tragedi menggemparkan warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat, setelah seorang ibu rumah tangga diduga membunuh dua anaknya sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.
Peristiwa memilukan ini terjadi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Kecamatan Banjaran, pada Rabu malam (3/9).
Korban diketahui bernama RY (35), sementara dua anaknya masing-masing berusia 9 tahun dan 6 tahun.
Ketiganya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh suami RY, yang baru pulang kerja sekitar pukul 20.00 WIB.
Sang suami langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian sektor Banjaran, yang kemudian mendatangi lokasi bersama tim medis dan Inafis.
Baca Juga : Terjerat Utang Ibu di Bandung Ditemukan Tewas Bersama Dua Anaknya
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan dari luar, namun ditemukan indikasi kuat bahwa RY melakukan pembunuhan terhadap anak-anaknya sebelum bunuh diri.
Di dekat jasad korban ditemukan surat tulisan tangan yang diduga kuat merupakan pesan terakhir dari RY.
“Maaf, saya sudah tidak kuat. Saya tidak ingin anak-anak saya hidup susah seperti saya,” demikian bunyi salah satu kalimat dalam surat itu.
Kepolisian kini tengah mendalami motif dan kronologi peristiwa tragis tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan bukti di lokasi kejadian.
Kapolsek Banjaran, Kompol Iwan R., menyatakan bahwa kasus ini ditangani dengan sangat hati-hati
“Kami masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian para korban,” ujarnya kepada awak media.
Polisi juga akan memeriksa kondisi kejiwaan RY melalui keterangan dari pihak keluarga dan lingkungan sekitar.
Beberapa warga mengaku mendengar RY kerap menangis sendiri di malam hari, terutama setelah terdengar suara pertengkaran dengan suaminya.
Ketua RT setempat, Pak Dedi, mengatakan bahwa keluarga RY tidak pernah menerima bantuan sosial secara rutin dari pemerintah.
“Mereka tidak pernah lapor. Waktu pendataan bantuan juga sempat tidak ada di rumah,” katanya.
Peristiwa ini langsung menarik perhatian publik dan pemerintah daerah, termasuk Bupati Bandung, Dadang Supriatna.






