Bandung – Kutukan Kandang Persib Persib Bandung, salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia, kembali menghadapi tantangan berat di ajang Liga Champions Asia (ACL) musim ini.
Meski sudah berjuang keras, Persib belum mampu mematahkan “kutukan kandang” yang terus membayangi performa mereka di laga-laga penting ACL.

Baca Juga : 6 Prodi Fakultas Teknik Unpas Punya Predikat Baru
Istilah “kutukan kandang” ini muncul karena Persib sering kali mengalami hasil kurang memuaskan ketika bermain di stadion kebanggaannya saat pertandingan ACL.
Sejak partisipasi Persib di ACL edisi sebelumnya, catatan kemenangan kandang klub ini tampak kurang menggembirakan dibandingkan performa tandang.
Kutukan ini bukan hanya soal hasil akhir, tapi juga atmosfer dan tekanan yang kerap menghantui para pemain saat bermain di depan suporter sendiri.
Para pengamat sepak bola mengamati bahwa beban ekspektasi suporter membuat para pemain Persib terkadang bermain terlalu tegang.
Tekanan ini justru berkontribusi pada penurunan performa, sehingga Persib kesulitan mengembangkan permainan seperti saat bertanding di luar kandang.
Sementara itu, lawan-lawannya terlihat lebih tenang dan fokus saat datang ke stadion Persib, memanfaatkan situasi tersebut untuk mencuri poin.
Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih dan manajemen klub untuk menemukan solusi yang tepat.
Dari sisi strategi, pelatih Persib telah mencoba berbagai formasi dan pendekatan taktikal untuk mengatasi masalah mental di kandang.
Namun, hasil yang diharapkan masih belum tercapai, dan frustrasi mulai muncul di kalangan penggemar setia Persib.
Beberapa pertandingan kandang yang sempat dijalani di ACL menunjukkan dominasi penguasaan bola Persib, tetapi minim penyelesaian akhir yang efektif.
Ini menjadi sinyal bahwa Persib belum maksimal dalam mengonversi peluang menjadi gol di laga kandang.
Faktor lain yang turut memperparah “kutukan kandang” adalah kondisi lapangan dan cuaca yang terkadang kurang mendukung.
Persib sebenarnya memiliki potensi besar dengan materi pemain yang cukup berpengalaman dan teknik yang mumpuni.
Namun, jika mentalitas dan fokus di kandang belum diperbaiki ini.






