Bandung – Menyusuri Ratusan Pusaka Museum Sri Baduga di Kota Bandung kembali menjadi sorotan publik setelah menampilkan ratusan pusaka Nusantara dalam pameran bertema Jejak Warisan Leluhur. Ribuan pengunjung hadir setiap pekan untuk melihat dari dekat ragam peninggalan budaya, mulai dari senjata tradisional, kain kuno, alat musik, hingga benda-benda ritual yang telah berusia puluhan hingga ratusan tahun.
Terletak di kawasan dekat Lapangan Tegalega, Museum Sri Baduga sudah lama dikenal sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya Sunda. Namun, koleksinya tidak hanya terbatas pada Jawa Barat; sejumlah pusaka dari berbagai daerah Indonesia juga menjadi bagian penting dari ruang pameran permanen maupun tematik yang kini digelar.
Jejak Perjalanan Nusantara dalam Ragam Pusaka

Memasuki area utama museum, pengunjung langsung disambut dengan deretan pusaka yang tersusun rapi dalam etalase kaca. Di antaranya terdapat keris dari Jawa, rencong Aceh, mandau Kalimantan, dan parang khas Nusa Tenggara. Setiap pusaka dilengkapi dengan penjelasan detail mengenai asal usul, fungsi, dan filosofi yang melekat.
Para kurator museum menyebutkan bahwa koleksi ini dihadirkan bukan semata sebagai benda bersejarah, tetapi juga sebagai simbol perjalanan panjang bangsa Indonesia yang kaya budaya.
“Pusaka bukan hanya senjata atau benda kuno. Ia mengandung nilai spiritual, identitas, serta kisah perjuangan masyarakat di masa lalu,” ujar salah satu kurator Museum Sri Baduga.
Selain pusaka senjata, museum ini juga memamerkan arca-arca peninggalan kerajaan Sunda kuno, prasasti batu, ukiran kayu, hingga replika rumah adat yang menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat tempo dulu.
Koleksi Kain dan Artefak Rumah Adat Menarik Perhatian
Salah satu ruang yang menarik perhatian pengunjung adalah galeri kain tradisional Nusantara. Koleksi batik dari berbagai daerah, tenun ikat, serta songket Sumatra terjajar rapi dengan pencahayaan redup untuk menjaga kualitas warna kain.
Suasana yang dihadirkan membuat pengunjung seolah tengah melintasi waktu ke masa lampau.
Pameran Edukatif untuk Semua Usia
Museum Sri Baduga bukan hanya menampilkan pusaka sebagai objek visual, tetapi juga menyediakan informasi lengkap melalui papan interaktif dan video dokumenter. Hal ini membuat museum menjadi destinasi favorit keluarga dan pelajar yang ingin mempelajari sejarah secara lebih menarik.
Program edukasi seperti tur pemandu, workshop batik, hingga demonstrasi pembuatan alat musik tradisional juga rutin digelar. Menurut pihak museum, peminat kegiatan belajar langsung semakin meningkat, terutama di kalangan remaja yang haus akan konten budaya.
Pelestarian Budaya dalam Tantangan Modernisasi
Kurator museum mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menjaga minat generasi muda terhadap benda-benda peninggalan sejarah. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan budaya digital, museum harus terus melakukan inovasi agar tetap relevan.
“Kami ingin museum ini bukan sekadar tempat menyimpan benda kuno, tetapi pusat edukasi budaya yang hidup, dinamis, dan bisa dinikmati siapa saja,” tutur pengelola.
Antusiasme Pengunjung Terus Bertambah
Sejak pameran pusaka Nusantara ini dibuka, jumlah kunjungan meningkat signifikan. Banyak pengunjung mengaku kagum karena koleksi museum lebih beragam dan terawat dengan baik dibanding bayangan mereka sebelumnya.
Beberapa wisatawan dari luar kota bahkan menjadikan Museum Sri Baduga sebagai tujuan utama wisata edukasi keluarga. Selain harga tiketnya yang terjangkau, lokasi museum yang strategis memudahkan akses bagi para pengunjung.
Jejak Sejarah yang Perlu Terus Dijaga
Museum Sri Baduga menjadi bukti bahwa kekayaan budaya Indonesia tidak hanya tersimpan dalam buku sejarah, tetapi hidup melalui benda-benda peninggalan leluhur. Ratusan pusaka yang dipamerkan memperlihatkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia memiliki peradaban yang tinggi, baik dalam seni, teknologi tradisional, maupun nilai-nilai kebudayaan.






