Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Ogah Rugi Pedagang Daging Sapi di Pasuruan Naikkan Harga

Skintific

Bandung – Ogah Rugi Pedagang Sejumlah pedagang daging sapi di Pasuruan mulai menaikkan harga jual dagangan mereka dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini disebut tak terhindarkan karena biaya pembelian sapi potong di tingkat pemasok ikut merangkak naik.

Pantauan di beberapa pasar tradisional, seperti Pasar Besar Pasuruan, Pasar Gadingrejo, dan Pasar Gondang Wetan, harga daging sapi yang sebelumnya berada di kisaran Rp 120.000 – Rp 125.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 135.000 – Rp 140.000 per kilogram.

Skintific

Harga Sapi Potong Melonjak

Seorang pedagang daging sapi di Pasar Besar Pasuruan, Hasan (48), mengatakan bahwa kenaikan ini terjadi karena harga sapi hidup di rumah potong meningkat cukup tajam.

“Biasanya saya beli satu ekor sapi di angka Rp 20 jutaan, sekarang bisa tembus Rp 23–24 juta. Kalau harga jual daging nggak ikut naik, kami bisa rugi,” ujarnya.

Ogah Rugi Pedagang
Ogah Rugi Pedagang

Baca Juga :  Menyesap Kopi Semberi Belajar Teknologi di Kafe Futuristik Bandung

Kenaikan harga sapi potong dipicu oleh beberapa faktor, seperti meningkatnya biaya pakan dan distribusi. Selain itu, menjelang akhir tahun kebutuhan daging cenderung naik, sehingga pasokan di tingkat peternak menjadi lebih terbatas.

Pedagang Pilih Naikkan Harga daripada Merugi

Para pedagang mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menaikkan harga. Menurut mereka, margin keuntungan selama ini cukup tipis, sehingga ketika harga modal naik, penyesuaian harga pun tak bisa dihindari.

Siti, pedagang daging sapi lain di Pasar Gadingrejo, menuturkan:

“Kalau tetap jual harga lama, kami hanya ambil untung sedikit sekali. Banyak pedagang memilih naikkan harga sedikit demi menjaga modal tetap aman.”

Ia menyebut kenaikan dilakukan bertahap agar tidak mengejutkan pembeli. Namun, tetap saja sebagian pelanggan mulai mengeluh.

Pembeli Mulai Mengurangi Pembelian

Kenaikan harga daging sapi ini membuat sejumlah warga mengurangi jumlah pembelian. Sebagian bahkan mulai mengganti menu ke ayam atau ikan yang harganya masih relatif stabil.

Nurhayati (37), warga Purworejo, mengatakan biasanya ia membeli satu kilogram daging setiap akhir pekan, namun kini hanya setengah kilogram.

“Mau gimana lagi? Harga naik semua. Daging sapi jadi terasa berat kalau beli banyak,” katanya.

Pemerintah Daerah Diminta Turun Tangan

Sejumlah pedagang dan warga berharap pemerintah daerah turun tangan untuk menstabilkan harga, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru yang biasanya membuat konsumsi meningkat.

Dinas Perdagangan Kota Pasuruan menyebut akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan memantau perkembangan harga di lapangan. Jika kenaikan dianggap tidak wajar, pemerintah akan menggelar operasi pasar atau intervensi lain.

Potensi Naik Lagi?

Beberapa pedagang memperkirakan harga daging sapi masih berpotensi naik hingga akhir Desember jika tren kenaikan harga sapi potong berlanjut dan permintaan meningkat.

“Biasanya akhir tahun permintaan naik, jadi kalau pasokan kurang, ya harga bisa naik lagi,” ujar salah satu pedagang di Pasar Gondang Wetan.

Skintific