Bandung – Proyek Galian Lalin Di pagi hari pekan ini, warga Jakarta Timur khususnya yang melintasi Jalan Otista dan kawasan Cawang merasakan dampak nyata dari proyek galian yang sedang berlangsung.
Proyek galian ini terkait pembangunan trotoar, pengelolaan utilitas seperti kabel dan saluran air, serta proyek‑galian infrastrukturnya yang memakan badan jalan di beberapa titik.

Baca Juga : Kutukan Kandang Persib di ACL 2 yang Belum Berakhir
Titik proyek galian paling terasa pada ruas jalan yang sempit, terutama di bagian Otista Raya menuju Cawang. Jalur yang seharusnya bisa memadai menjadi sangat terbatas.
Akibatnya, arus lalu lintas (lalin) yang dari Otista menuju Cawang mengalami perlambatan signifikan. Kendaraan pribadi, motor, bahkan angkutan umum, satu persatu tertahan.
Warga sekitar mengeluhkan bahwa kemacetan sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Proyek galian dikerjakan secara bersamaan di beberapa titik, membuat efeknya lebih parah daripada jika dikerjakan bertahap.
Banyak pengendara yang mencoba mencari rute alternatif, tapi sebagian besar terpaksa melalui Otista dan Cawang karena pilihan jalan alternatif juga mengalami kelebihan beban akibat arus balik dari jalur utama.
Rambu peringatan maupun pengaman proyek kurang terlihat di beberapa titik.
Polisi lalu lintas mencoba melakukan pengaturan di beberapa titik kritis untuk memperlancar arus. Namun karena kapasitas jalan sudah sangat terbatas, upaya rekayasa arus seperti buka‑tutup lajur atau pengalihan arus hanya terasa membantu sedikit.
Situasi di Terminal atau halte‑halte bus/truk besar juga terpengaruh; kendaraan besar kesulitan bermanuver karena badan jalan menyempit dan ruang manuver terbatas.
Sopir angkutan umum dan pengemudi ojek online ikut merasakan dampak. Banyak order dibatalkan atau terlambat akibat kendaraan kesulitan keluar dari gang atau terjebak kemacetan parah.
Selain itu, udara di sekitar lokasi proyek menjadi lebih panas dan berdebu karena aktivitas penggalian, kendaraan berhenti lama, dan sempitnya ruang membuat sirkulasi udara buruk.
Dari sisi ekonomi lokal, para pedagang kaki lima atau usaha kecil di pinggir jalan juga merasakan ini






