Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Raja Paku Buwana XIII Tiba di Keraton Kasunanan Solo

Skintific

Bandung – Raja Paku Buwana  XIII, yang juga dikenal sebagai Kanjeng Sultan Pakubuwono XIII, tiba di Keraton Kasunanan Solo. Jenazah almarhum raja yang meninggal dunia pada usia 85 tahun di Rumah Sakit (RS) Jakarta setelah menjalani perawatan intensif selama dua bulan ini disambut dengan prosesi yang khidmat dan penuh rasa hormat. Ratusan warga dan kerabat keraton turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin keraton yang telah memimpin sejak tahun 2004.

Kedatangan jenazah Raja Paku Buwana XIII ini mengakhiri rangkaian perawatan medis yang telah dijalani oleh almarhum sejak awal Agustus 2025. Sebelumnya, raja yang dikenal memiliki peran penting dalam menjaga tradisi dan kebudayaan Jawa tersebut dirawat di rumah sakit di Jakarta karena kondisinya yang semakin memburuk. Almarhum wafat pada tanggal 30 September 2025, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Keraton Kasunanan Solo dan masyarakat Solo pada umumnya.

Skintific

Prosesi Penghormatan di Keraton Kasunanan Solo

Jenazah Raja Paku Buwana XIII tiba di Keraton Kasunanan Solo sekitar pukul 09.00 WIB, setelah perjalanan dari Jakarta menggunakan kendaraan yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Setibanya di kompleks Keraton, prosesi penghormatan dimulai dengan iringan musik gamelan yang dimainkan oleh para abdi dalem Keraton. Puluhan keluarga besar Keraton, pejabat daerah, serta masyarakat Solo yang merasa kehilangan turut hadir memberikan penghormatan terakhir

Jenazah Raja Paku
Jenazah Raja Paku

Baca Juga : Encyclopaedia Britannica – Voivodeship: Pembagian Wilayah Bersejarah yang Masih Hidup di Polandia Modern

Prosesi ini dilaksanakan dengan penuh adat dan tradisi kerajaan, di mana jenazah akan disemayamkan sementara waktu di Pendopo Agung Keraton untuk diberi penghormatan oleh masyarakat. Dalam tradisi kerajaan Jawa, kedatangan jenazah seorang raja selalu disertai dengan doa dan upacara adat yang mendalam, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan jasa almarhum selama memimpin.

“Ini adalah hari yang sangat berat bagi kami semua, karena kami kehilangan pemimpin yang sangat bijaksana dan sangat mencintai keraton serta budaya Jawa. Beliau adalah teladan bagi kita semua,” ujar Kanjeng Pangeran Haryo, salah seorang kerabat dari Keraton Kasunanan Solo, dengan suara yang bergetar.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Raja Paku Buwana XIII. “Kita semua kehilangan sosok yang sangat besar bagi sejarah dan kebudayaan Jawa.

Perjalanan Hidup Raja Paku Buwana XIII

lahir pada tanggal 7 September 1940 dengan nama asli GPH Praboejo. Beliau naik takhta sebagai Raja Kasunanan Solo pada tahun 2004 menggantikan ayahnya, Paku Buwana XII.

Selain itu, almarhum juga memiliki peran yang sangat penting dalam dunia seni dan budaya, baik di dalam maupun luar keraton. Beliau memimpin berbagai inisiatif untuk melestarikan tari tradisional, gamelan, serta upacara-upacara adat Jawa yang sangat kental di keraton.

“Raja Paku Buwana XIII adalah pribadi yang selalu mengutamakan nilai-nilai luhur dalam setiap langkah kehidupannya.

Beliau sering kali berinteraksi dengan masyarakat luas dan mendengarkan aspirasi mereka. Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebudayaan Jawa agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Kesan Mendalam bagi Masyarakat Solo

“Beliau sangat dekat dengan rakyat. Bahkan, saya ingat suatu kali beliau datang ke kampung kami untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat. Itu adalah tanda bahwa beliau benar-benar peduli dengan kami,” ujar Suryanto, seorang warga Solo yang sudah lama mengenal almarhum.

Rencana Pemakaman dan Upacara Adat

Harapan untuk Masa Depan Keraton

Dengan kepergian Raja Paku Buwana XIII, masa depan Keraton Kasunanan Solo kini berada di tangan penerus takhtanya

Skintific